
Dalam khasanah jaringan komputer kita mengenal beberapa alat seperti hub, switch. Kedua alat ini sering membingungkan bagi kalangan pemula yang ingin mengerti jaringan secara sederhana. Secara fisik kedua alat ini tak ada bedanya, bentuknya malah hampir mirip, dan fungsi dasarnya juga hampir mirip. Namun dalam prakteknya sangat berbeda dan keduanya mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing. Bagi kalangan pemula persamaan secara fisik dan perbedaan cara kerjanya ini sangat membingungkan. Jadi tak ada salahnya saya mengulasnya menggunakan bahasa yang lebih sederhana. Hub bisa menshare traffic jaringan ketika jaringan sedang sepi maka transfer data menjadi lebih cepat.
HUB
Hub ada bermacam macam seperti USB hub :

Alat ini jika ditancapkan ke dalam slot USB maka slot USB akan bertambah menjadi 4 port, jika sebuah USB yang mampu mentransfer data 480 MB/detik ( Teori mah ). Jika ada 2 flash disk ditancapkan maka jika bersamaan melakukan transfer data maka speed dari USB itu akan dibagi dua dengan catatan tidak ada device atau peralatan USB lain menancap walau berbeda port ( dalam motherboard biasanya ada beberapa port USB) , jika ada printer yang bekerja atau handphone anda menancap bekerja melakukan koneksi internet, maka kecepatan transfer USB akan turun dratis dan terbagi menjadi jumlah alat yang ada.
Sifat kerja hub adalah sharing, semakin sedikit ada device tertancap dia akan menggunakan seluruh speednya untuk melakukan transfer data. Sekalipun anda hanya melakukan transfer pada satu alat kerjanya pun tidak akan maksimal. Printer misalnya yang sekarang menggunakan USB pasti akan tetap menyita resource walau tidak bekerja ngeprint alias hanya colok hidup.
Di bidang jaringan fungsi hub adalah menghubungkan beberapa komputer untuk sharing, cara kerjanya juga tak beda dengan pada USB hub, membagi sejumlah bandwidth yang ada. Jika dalam satu jaringan misal ada 4 komputer yang terhubung dan kemampuan sebuah hub adalah 100 MB/detik maka jika salah satu komputer melakukan transfer data maka sejumlah bandwidth tersebut akan terpakai penuh. Sebaliknya jika dalam waktu bersamaan, misal 2 komputer transfer data bareng-bareng maka 100 MB tersebut akan dibagi menjadi 100 MB/2, dan masing- masing akan mendapat 50 MB/detik, namun dalam prakteknya tidak seperti itu, fungsi kerja hub akan menggunakan sistem antrian bahkan akan terjadi collision ( tabrakan ), misal ada komputer sebut saja A, B, C dan D. Jika komputer A dan B melakukan transfer data ke komputer yang sama misal C maka kemungkinan terjadi collision sangat besar, tidak bisa 100 M dibagi 2 komputer. Selain terjadi collision, transfer data tersebut akan mengalami antrian. Demikian pula jika komputer A ke B dan C ke D dalam satu hub maka transfer datanya akan dibagi menjadi 2, namun dalam prakteknya juga tidak akan sama dengan teori, karena hub menggunakan sistem antrian.

Switch
Kerja switch juga tak ada bedanya dengan hub, tugasnya sama, fungsinya sama dan bentuknya secara fisik juga nyaris tidak ada bedanya. Yang membedakan hanya cara kerjanya. Nah lho ! bingung khan ? Sama
. Switch yang kita kenal awalnya memang mempunyai tranfser data sampai 100 MB namun kini switch ada yang sampai 1 GB. Cara kerja switch tidak melakukan secara sharing ( bagi pakai ), jika sebuah switch mempunyai 4 port masing masin port akan berjalan sendiri-sendiri, biarpun port lain bekerja secara penuh sedang port lain nganggur. Jika masing-masing port diset 25 MB/detik. Jika komputer A melakukan transfer data ke komputer B maka bandwidth yang terpakai hanya maksimum yang sudah diset, tidak bisa lebih. Demikian pula jika waktu bersamaan komputer C transfer data ke D maka proses transfer data komputer lain yang sedang bekerja tidak akan terganggu ( kecuali mati listrik kali ).

Switch sekarang ini banyak digunakan untuk warnet, karena jika menggunakan hub jika warnet dalam kondisi penuh maka bisa dipastikan koneksi akan lambat yang akibatnya para konsumen akan kabur. Memang enak jika ada warnet yang sedang sepi dan sistem jaringannya menggunakan hub maka anda akan mendapat speed yang maksimal dari warnet tersebut palingan berbagi bandwidth dengan penjaga warnet yang cantik. Dengan switch ini beban jaringan yang misalnya koneksi sebuah warnet 3 Mbps jika dalam satu warnet ada 10 komputer maka masing masing komputer bisa diset sesuai keinginan tanpa mengganggu yang lain. Penuh atau tidaknya warnet tidak akan berpengaruh terhadap kecepatan masing masing komputer dalam melakukan koneksi internet. Switch memang lebih baik dari pada hub karena bisa membagi resource sesuai keinginan, dibanding dengan hub yang berupa bai pakai ( sharing ).

Tidak semuanya switch itu menguntungkan, ada pula switch yang merugikan, seperti switch printer.
Anda tahu gambar di atas ? itu adalah sebuah switch printer yang kerjanya secara manual. Misalnya ada 2 komputer yang menggunakan satu printer, jika komputer A mau ngeprint maka switch akan digeser ke A dan komputer B jika melakukan ngeprint tidak akan berhasil.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar