
Bertahun-tahun menggunakan handphone dan kita mengenal GPRS masih saja banyak yang belum tahu apa sebenarnya itu GPRS, yang tahu GPRS itu diartikan dengan cara sederhana, GPRS itu General Packet Radio Service, yang lamban untuk koneksi internet dan kemampuannya dibawah 3G. Kalo begini anak kecil pun bisa menganalogikan ibarat mobil pickup dengan mobil F1. Nah ! untuk kita saya mau menulis tentang teknologi GPRS agar kita sedikit mudheng ( ngerti ) walau masih dalam kapasitas luarnya, namun setidaknya bisa memberikan ilustrasi secara sederhana jika ditanya teman soal hape atau koneksi internet.
GPRS secara umum kependekan dari General Packet Radio Service adalah merupakan salah satu teknologi yang memungkinkan melakukan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dibanding teknologi yang menggunakan CSD ( Circuit Switch Data ). Di mana CSD ini hanya mampu menstransfer data sebanyak 9,6 kbit. Konsep CSD ini diadaptasi pada jenis handphone model lama. Dalam sistem GPRS ini cara kerjanya menggunakan tunelling, tuneling adalah sebuah konsep untuk membungkus sebuah paket data agar bisa dilewatkan lewat gelombang radio. Analoginya bisa saya jelaskan secara sederhana, misal anda ingin pergi ke Jakarta naik motor dan hanya ada jalan tol satu-satunya agar anda bisa sampai ke Jakarta. Motor tidak bisa lewat tol ( kecuali melanggar peraturan ). Nah untuk mengakali ini digunakan mobil box agar motor anda bisa sampai ke Jakarta. Secara generik saya menyebut pengkapsulan.
GPRS menawarkan kecepatan transmisi data sampai 160 kbps atau 20 kBps yang disediakan oleh operator GSM. Dengan teknologi ini membuat operator jaringan telokomunikasi bergerak menawarkan layanan data dengan laju kecepatan yang lebih tinggi dengan tarif terjangkau. Dari segi harga/biaya, pentarifan hanya menggunakan sistem volume penggunaan, biaya hanya ditarik dalam kaitan banyaknya byte yang dikirim dan diterima tanpa melihat adanya panggilan. Dengan adanya teknologi GPRS ini maka operator GSM punya peluang untuk bergerak dalam bidang transfer data ( internet ) yang notabene selalu dikuasai oleh jaringan kabel. Hal ini dimungkinkan karena ledakan internet lewat jaringan kabel menjadi terbatas, karena jaringan menggunakan kabel sangat terbatas sampai dimana kabel tersebut tertanam di dalam tanah atau lewat tiang telepon. Maka GPRS adalah solusinya yang paling real diambil waktu itu.
Secara teori memang dipatok antara 56 kbps sampai 115 kbps sehingga memungkinkan digunakan untuk akses internet, namun hal ini tidak bisa dijadikan patokan karena wireless model GPRS tergantung kondisi juga, dengan istilah pameo dunia wrireless : Posisi Menentukan Prestasi. Jika posisi anda menguntungkan maka anda akan mendapat kondisi yang baik demikian pula sebaliknya. Dalam teknisnya GPRS menggunakan komunikasi paket switch untuk transfer datanya, paket switch ini adalah sebuah sistem dimana data yang hendak dikirim dipecah dahulu menjadi bagian bagian kecil lalu ditransmisikan dan ditempat tujuan digabungkan lagi, ini dilakukan dalam satuan jutaan paket per detik.
Secara maping GPRS itu cara kerjanya semakin dekat dengan BTS semakin baik, ketika kapasitas penuh dalam satu lingkup BTS maka yang terjauh dari BTS tetap akan mendapat sinyal namun tidak dapat melakukan pengiriman atau penerimaan data. Ini yang kurang bisa dimengerti pada orang awam kenapa sinyal penuh namun tidak mendapat kapasitas transfer data. GPRS tidak mengalami penyusutan sinyal, hanya mengalami penyusutan transfer data, semakin jauh semakin kecil.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar