rss

Kamis, 04 Februari 2010

Cerita Komputer


Pada jaman dahulu kala ada seorang raja yang adil arif lagi bijaksana, namanya Raja Athlon dan mempunyai permaisuri bernama Nvidia, mengingat usianya kian uzur sri baginda hendak membagi harta kekayaan kerajaannya kepada dua putranya yang gagah perkasa tanpa tersisa, kedua putranya ini merupakan anak kembar, Phenom dan Opteron. Kedua putranya masing masing mempunyai tunggangan yang dahsyat Phenom mempunyai Thunderbird, Opteron mempunyai Pegasus. Masing-masing pangeran sudah mempunyai pasangan yang cantik-cantik. Phenom dinikahkan dengan Sapphire, Opteron dengan Alliance. Kedua putri ini jelas cantik dan seksi serta lansing ( Altec Lansing ). Kedua putri cantik ini suka menonton Opera setiap minggu yang disuguhkan oleh kedua pangeran, sedangkan kedua pangeran lebih suka melakukan Safari ke alam bebas. Terkadang selepas pulang berkelana itu, pangeran membawakan diamond untuk pasangannya.

Kerajaan sri baginda yang hendak akan dibagi dibatasi masing masing oleh sungai, yaitu sungai Northwood dan Nehalem. Setelah Sri Baginda membagi kerajaan dengan metode partisi sama rata, sri baginda mahfum masih ada satu yang tersisa, yaitu cincin yang melingkar di jari manis, bagaimana cara membaginya ? bukan namanya sri baginda kalo tidak menemukan jalan keluar. Pagi-pagi sekali sri baginda menemui tukang pembuat cincin kepercayaannya untuk membuatkan cincin yang sama persis, agar kedua putranya tidak ada yang iri dan mengklaim dirinya yang paling dipercaya sri baginda, pembuat cincin tersebut namanya Manli. Akhir kata, akhirnya cincin sri baginda dibagikan satu persatu tanpa membicarakannya, dan agar cincin itu tidak dipakai dan hanya disimpan. begitulah pesan sri baginda. Tak lama kemudian sri baginda mangkat. Walau dikenal sebagai Kingstone, sri baginda tetap bersikap adil, sikap batunya adalah tidak mau mengalah jika membela kebenaran, termasuk rakyat yang Mushkin sekalipun. Sehingga rakyat sangat menghormatinya,

Kedua bagian kerajaan tersebut tetap hidup berdampingan, namun tidak lama kemudian berhembus kabar bahwa tidak semua cincin itu asli. Kedua Pangeran tersebut akhirnya mahfum juga, tidak mungkin kedua cincin itu asli. Lalu mereka berperang membuktikan kemampuannya. Bahkan sampai mengirim Trojan Horse layaknya jaman Romawi. Bahkan tak jarang mengirimkan virus penyakit tertentu.

Pertempuran tidak bisa dihindari, Phenom mempunyai senjata andalan berupa Fireball yaitu bola api dari tangannya yang dinamakan Canon Ball, dan Opteron mempunyai senjata berupa pertahanan jika di serang namanya Firewall alias tembok api, namun Firewall ini bisa melontarkan api sebanyak 52X sekali serang. Masing-masing pangeran mempunyai hewan yang dashyat, Phenom mempunyai Firefox atau di rubah api, sedang Opteron mempunyai Foxconn, serigala buas, jika menyalak suaranya seperti Sonic Gear memekakan telinga. Selain itu Phenom mempunyai Raptor, yang menguasai daerah selatan, sedangkan daerah utara yang ada danaunya berada, ada hewan piaraan Opteron yang ganas, ikan Baracudda .

Pertempuran cukup Extreme juga, karena masing masing pangeran unjuk kemampuan dan kebolehan yang tidak dipunyai oleh pengikutnya, mereka berperang sampai menggunakan kekuatan sampai Pure Power, masing masing pangeran mempunyai kekuatan Power Supply Unit tentara yang menyokong dan setia kepadanya, para pengikutnya juga ikut Creative dan Solid dalam membantu pangerannya masing-masing, walau medan perang cukup luas, namun mereka menggunakan Access Point dan Router yang jitu untuk menghemat tenaga, ditunjang dengan pengetahuan Powerpoint alias titik kekuatan lawannya, mereka adalah abdi masing-masing bagian kerajaan atau sebagai seorang Patriot sehingga berkorban demi kepercayaan yang diembannya. Pertempuran cukup berimbang juga karena mereka berdua dididik oleh guru yang sama, bahkan kedua pangeran pernah berguru ke Jepang, yaitu Fujitsu untuk belajar ninja. Padahal sang guru mewariskan ilmu dengan metode Green Power, yang ramah terhadap sesama artinya untuk melindungi rakyatnya, bukan untuk unjuk kebolehan, apalagi men delete orang tidak bersalah.

Phenom merasa dirinya yang berhak mewarisi karena merupakan anak lahir pertama, namun Opteron tidak terima, bahwa anak kembar mempunyai hak yang sama sehingga kerajaan harus dibagi sama rata tanpa sisa, keduanya mempunyai hak akses yang sama. Mereka tetap berperang menghabiskan segala kekuatan dan membuat ibunda mereka bersedih. Nvidia tak henti melerai kedua putranya bertempur. Masing-masing istri pangeran juga bersedih melihat para pangeran bertempur menghabiskan isi kerajaan dan hanya untuk membuktikan sebuah kebenaran yang tidak mungkin bisa dibuktikan, dan hal itu hanya sri baginda saja yang tahu.

Setelah dibujuk berkali-kali akhirnya kedua pangeran mau berhenti berperang dan dicapai kesepakatan dan masing-masing diberi EULA alias End User Licence Agreement. Kedua bagian kerajaan harus mentaati perjanjian tersebut bahwa pertempuran tidak ada gunanya, hanya menghabiskan harta kerjaan, dan bahwa rakyat yang menjadi korban hanya demi sebuah kebenaran yang tidak mungkin dibuktikan, kecuali sri baginda masih hidup. Lagi pula peperangan tersebut hanya menyakitkan hati mendiang sri baginda. Perjanjian tersebut setiap tahun di update untuk mengikuti perkembangan jaman. Kedua kerajaan akhirnya melakukan Recovery setelah sisa kerajaan porak poranda akibat perang saudara. Lambat laun kedua bagian kerajaan tersebut menjadi Pioneer dalam pembangunan yang cukup pesat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Visitor's

Mengenai Saya

Foto saya
Andri yodha tama Yogyakarta, Barat, Indonesia Saya seorang Mahasiswa Sekarang baru menempuh jenjang s1 di STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Daftar Entri Blog


ShoutMix chat widget
 
Top Blogs Personal Blogs DigNow.net blog-indonesia.com Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory